Senin, 13 September 2010

Prestasi Menurun Akibat Sering Main "Video Game

Bermain "video game" tersebut kadang dilakukan di waktu jam belajar (bolos) atau sampai larut malam. Kami sudah beberapa kali memperingatinya, tetapi masih saja belum ada perubahan. Jenis "game" yang disukainya adalah yang benu-ansa kekerasan atau perkelahian. Anak kami menjadi lupa waktu, lupa belajar. Hasil ulangan hariannya menurun. Dalam dua minggu terakhir ini ia menjadi mudah tersinggung dan marah-marah, ketakutan dan tidak mau sekola

KEMAMPUAN bermain merupakan suatu keistimewaan semua turunan mamalia, termasuk manusia.Video game adalah hasil alami dari komputer yang memiliki kemampuan tindakan di mana manusia dapat berpartisipasi di dalamnya. Kandungan atau tampilan yang terdapat pada berbagai media video game merupakan bagian dari ekologi umum yang berasal dari story telling media termasuk di dalamnya film, novel, buku dan komik.

Pada video game pemain dapat membuat dunia permainan dengan menghasilkan karakter mereka sendiri, dimana mereka menciptakan dunia fiksi bagi cerita untuk ikut serta bermain di dalamnya, dan tindakan kita dalam permainan video game dapat memengaruhi tindakan kita di dunia nyata.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bermain video game adalah cara untuk mengenalkan anak-anak dengan komputer juga dapat meningkatkan koordinasi mata, tangan serta dapat meningkatkan perhatian anak terhadap suatu hal menjadi lebih teliti.

Kalangan remaja merupakan pangsa pasar video game yang berjumlah culup besar. Penelitian yang dilakukan pada pelajar SLTP kelas VH] di Jakarta diketahui 53,8 persen suka main game selama kurang dari empat jam perhari dan 28,0 persen, bermain game lebih dariempat jam. Jumlah pelajar SLTP yang tidak suka game hanya 18,2 persen. Angka - angka di atas menunjukkan betapa besarnya masalah video game pada remaja. Remaja yang sering bermain game sebilan puluh persen pernah mencoba berhenti bermain, tetapi upaya mereka umumnya mengalami kegagalan.

Kecanduan

Penyebab kegemaran bermain video game yang berlebih dapat dilihat dari faktor internal dan eksternal, seperti kepribadian dan situasional. Berkaitan dengan faktor internal video game saat ini jauh lebih membuat kecanduan. Permainan didesain untuk membuat pemainnya tetap menatap layar lebih lama lagi.

Pengaruh negatif terhadap fungsi fisik akibat main video game berlebihan antara lain menurunnya kondisi indera penglihatan, berat badan menurun, dan menghasilkan kebingungan antara kenyataan dan ilusi, juga relasi dengan sesama yang kurang dewasa. Dampak lain dari bermain video game antara lain dapat meningkatkan sikap agresivitas pemainnya karena pengaruh aksi - aksi kekerasan yang terbiasa disaksikan, menyebabkan antisosial dan ketegangan emosional antara orang tua dan anak.

Dari penelitian diketahui bahwa sebagian besar motivasi remaja bermain video game adalah untuk re-freshing atau untuk menghilangkan stres-Alasan lain, yaitu bukan stres, hanya sedikit. Pertanyaannya adalah mengapa saat ini begitu banyak remaja yang mengalami stres, sehingga harus refreshing bermain video game?

Game addiction (kecanduan game) merupakan severe dependency atau ketergantungan yang parah. Seseorang dikatakan ketergantungan bermain video game/ komputer jika bermain selama 20 jam sampai 25 jam per minggunya. Seorang dengan ketergantungan video game akan merasa menderita dan terganggu pada saat yang bersangkutan tidak bermain video game dalam waktu lama. Suatu bukti penting untuk dapat digunakannya istilah kecanduan video game adalah keterkaitan erat antara gejala kecanduan video game dengan kecanduan zat terlarang (substance addict) dan kecanduan seks (ser addict) yang memiliki dasar com-pulsive.

Compulsive sendiri adalah keinginan kuat untuk bermain terus menerus dan sulit untuk diberhentikan. Dua gejala yang menjadi ciri utama kecanduan adalah toleransi (untuk mendapat efek yang samadiperlukan peningkatan dosis) dan gejala putus zat atau withdrawl. Gejala withdrawl pada ketergantungan video game antara lain mudah marah, cemas, jengkel, dan frustrasi. Seorang video game addict bila tiba-tiba dihentikan dari kebiasaannya akah muncul gejala-gejala seperti gugup, gelisah, sulit tidur, depresi, merasa bersalah, curiga, takut berlebihan.

Peran orang tua

Karena begitu banyak remaja yang bermain video game dan terbukti bahwa prestasi belajar pelajar yang kecanduan video game menurun, maka penting dilakukan berbagai upaya dan peran aktif baik orang tua maupun sekolah melalui pemberian penjelasan dan penyuluhan, termasuk dampak buruk yang ditimbulkannya pada anak. Selain itu diperlukan pengawasan dari orang tua dan pihak sekolah terhadap anak-anaknya yang bermain video game. Perlu disediakan berbagai sarana bagi kegiatan remaja yang konstruktif agar pelajar dapat menyalurkan perasaan frustrasi dan stres mereka, tidak melalui bermain video game.Untuk anak laki-laki Anda sebaiknya segera dibawa ke fasilitas psikiatri untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. **

Entitas terkaitAlasan | Angka | Awalnya | Bandung | Berkaitan | Bermain | Compulsive | Dampak | Eri | Game | Gejala | Jenis | Jumlah | Kalangan | Kandungan | Kecanduan | KEMAMPUAN | Penelitian | Pengaruh | Penyebab | Peran | Permainan | Pertanyaannya | Prestasi | Remaja | Seseorang | SLTP | SMU | Suatu | Video | Video Game | Prestasi Menurun Akibat Sering Main |
Ringkasan Artikel Ini
Pada video game pemain dapat membuat dunia permainan dengan menghasilkan karakter mereka sendiri, dimana mereka menciptakan dunia fiksi bagi cerita untuk ikut serta bermain di dalamnya, dan tindakan kita dalam permainan video game dapat memengaruhi tindakan kita di dunia nyata.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bermain video game adalah cara untuk mengenalkan anak-anak dengan komputer juga dapat meningkatkan koordinasi mata, tangan serta dapat meningkatkan perhatian anak terhadap suatu hal menjadi lebih teliti. Suatu bukti penting untuk dapat digunakannya istilah kecanduan video game adalah keterkaitan erat antara gejala kecanduan video game dengan kecanduan zat terlarang (substance addict) dan kecanduan seks (ser addict) yang memiliki dasar com-pulsive. Peran orang tua Karena begitu banyak remaja yang bermain video game dan terbukti bahwa prestasi belajar pelajar yang kecanduan video game menurun, maka penting dilakukan berbagai upaya dan peran aktif baik orang tua maupun sekolah melalui pemberian penjelasan dan penyuluhan, termasuk dampak buruk yang ditimbulkannya pada anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar